Sabtu, 07 April 2012

Puisi film 'LOVE'


Aku adalah kunang-kunang
Dalam gelap aku terbang
Dalam gelap aku terang
Dan jadilah kau senja
Karena gelap kau ada
Karena gelap kau indah
Aku hanyalah kunang-kunang
Dan engkau hanyalah senja
Saat gelap kita berbagi
Saat gelap kita abadi…

Jika Aku Buta


Terima kasih Allah, masih Engkau berikan pagi yang indah untukku. Masih ada tetes hujan di pagi ini dan masih Engkau berikan senyum indah dari bibir mereka yang melihatku.
Tapi, jika aku buta? Dapatkah Aku melihat semua itu? TIDAK, Aku hanya bisa merasakan, merasakan semua yang dapat Aku rasakan, bukan melihat. Aku dapat merasakan tetes hujan, tapi Aku tidak akan mungkin merasakan senyum dari bibir mereka yang melihatku. Mungkinkah mereka tersenyum, ataukah mereka hanya mencibirku? Aku tidak tahu yang akan mereka katakan. Yang Aku lakukan hanyalah diam.
Aku tidak dapat melihat wajahku sendiri, wajah kedua orangtuaku. Dan Aku tidak dapat melihat apa itu DUNIA. Tapi Aku harus bersyukur atas segala yang diberikan Allah kepadaku. Karena dari setiap kekurangan pasti ada kelebihan. Dan aku mempunyai orang-orang yang masih menyayangiku, yang slalu ada untukku dan menjagaku, karena mereka mama dan papaku.
Tapi aku hanya gambaran jika Aku buta. Terima kasih Allah telah Engkau berikan dua mata yang sangat berharga dalam hidupku. Aku berjanji akan menjaganya, karena itu adalah pemberian-Mu yang sangat berharga untukku, untukku dan hidupku.

Pelangi Tanpa Warna


Apakah pelangi indah jika tanpa warna?

Apakah pelangi memiliki arti jika tanpa warna?

Apakah pelangi akan tampak jika tanpa warna?

Jawabannya pasti ‘TIDAK’, karena semua itu indah karena wanna. Seperti hidup, hidup akan memiliki arti karena warna. Akan tampak jika karena ada warna.
Pelangi tanpa warna, hidup pun tidak akan indah, tidak memiliki arti dalam hidup, dan yang pasti tidak akan tampak.

Karena warna kita satu. Karena warna kita bersatu. Dan karena warna kita indah.
Setiap hidup kita akan melengkapinya, melengkapi setiap warna indah. Indah jika bergabung menjadi satu. Satu dalam perpaduan warna yang indah.
Kita bersama, di sini, di tempat ini, kau dan aku, mereka, bersama dan menjadi satu dalam warna pelangi, yang memiliki arti setiap warnanya.
“MEJIKUHIBINIU” untuk hidupku, karena aku akan bahagia bersama pelangi. Kemarin, hari ini, besok, dan selamanya untuk pelangi ku.

Surat Tahun 2070

Aku hidup di tahun 2070.
Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.
Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi.
Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan.
Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng.
Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: ”JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”
Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut.
Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas.
Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.

Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus.
Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.
Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.

Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis.
Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.
Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.
Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.

Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan:
Tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis.

Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar.
Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morphology manusia mengalami perubahan...
…yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.

Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup:
137 m3 per orang per hari. [31,102 galon]
Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.
Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.
Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata.
Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.

Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan.
Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.
Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.
Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli.

Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu,
aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau.
Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau.
Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya: - Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?
Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku...

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan.
dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian... dan banyak orang lain juga!
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.
Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya.

Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah,
karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.

Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi ...
... Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini!

Senin, 02 April 2012

AKU


Aku dan kamu.
Kamu dan dia.
Dia dan mereka.
Mereka ada disini.
Disini temani sepiku.
Sepi dalam harapanku.
Harapan untuk kembali.
Kembali bersama cerita.
Cerita yang indah.
Indah berjalannya waktu.
Waktu sepiku menanti.
Menanti untuk kita.
Kita ada disini.
Disini aku menunggu.
Menunggu hari bersama.
Bersama dalam tawa.
Tawa bahagia untuk kita
Karena KITA SELAMANYA